Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2026

Profil Gus Qoyyum ulama tak mengenal Laduni

Gus Qoyyum, atau KH. Abdul Qoyyum Mansur, adalah seorang ulama kharismatik dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Dia merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem, yang diwariskan oleh ayahnya, KH. Mansur Kholil.

Latar Belakang Keluarga

Gus Qoyyum lahir dari keluarga yang sangat religius. Ayahnya, KH. Mansur Kholil, adalah pendiri Pondok Pesantren An-Nur Lasem, sedangkan kakeknya, KH. Kholil (Masyhuri), adalah teman akrab KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ibu Gus Qoyyum adalah kakak kandung KH. Sahal Mahfudz, yang pernah menjadi Rais Syuriah PBNU dan Ketua Umum MUI Pusat.

Pendidikan dan Karir

Gus Qoyyum tidak lulus Sekolah Dasar (SD) karena kenakalannya saat kecil. Namun, dia fokus menghafal Al-Qur'an dan berhasil menjadi hafidz pada usia muda. Dia juga belajar agama langsung dari ayahnya dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem setelah ayahnya wafat pada tahun 2002.

Kiprah dan Keistimewaan

Gus Qoyyum dikenal sebagai ulama yang sangat berbobot dalam bidang agama. Dia sering diundang untuk memberikan nasihat pernikahan, pengajian umum, dan tabligh akbar di berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dia juga memiliki kemampuan membaca dan mengakses literatur berbahasa Arab dengan sangat baik.

Keunikan

Gus Qoyyum tidak pernah mondok di pesantren lain dan tidak mau disebut memiliki ilmu laduni (ilmu yang diperoleh tanpa belajar). Dia menekankan bahwa kemampuan yang dimilikinya diperoleh dari proses belajar yang tekun dan berdisiplin tinggi dengan model sorogan kepada ayahnya.

Sabtu, 10 Januari 2026

profil singkat Gus Yaqut Choli Qoumas

Berikut adalah profil singkat Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, disusun secara runtut mulai dari silsilah hingga prestasinya:
​1. Silsilah Keluarga
​Gus Yaqut lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 4 Januari 1975. Beliau berasal dari keluarga ulama besar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
​Ayah: K.H. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang.
​Paman: K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus), ulama kharismatik dan budayawan ternama.
​Saudara: Beliau adalah adik kandung dari K.H. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU saat ini) dan kakak dari Mochamad Hanies Cholil Barro (Wakil Bupati Rembang).

​2. Riwayat Pendidikan
​Pendidikan Gus Yaqut sebagian besar ditempuh di tanah kelahirannya sebelum melanjutkan ke pendidikan tinggi.
​Pendidikan Dasar: SDN Kutoharjo, Rembang (Lulus 1987).
​Pendidikan Menengah: SMPN II Rembang (Lulus 1990) dan SMAN II Rembang (Lulus 1993).
​Pendidikan Tinggi: Melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Sosiologi. Berdasarkan data publik, beliau aktif di organisasi mahasiswa (PMII) namun tidak menyelesaikan gelar sarjananya (hanya sampai tingkat tertentu).

​3. Jabatan dan Karier
​Gus Yaqut memiliki rekam jejak yang panjang di dunia organisasi kepemudaan dan politik praktis:
​Organisasi: * Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor (2015–2024).
​Panglima Tertinggi Banser NU.
​Politik Praktis:
​Ketua DPC PKB Kabupaten Rembang (2001–2014).
​Anggota DPRD Kabupaten Rembang (2004–2005).
​Wakil Bupati Rembang (2005–2010).
​Anggota DPR-RI Fraksi PKB (2014–2019 melalui PAW, dan terpilih kembali untuk periode 2019–2024).
​Pemerintahan Pusat:
​Menteri Agama Republik Indonesia (2020–2024) dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah Presiden Joko Widodo.

​4. Prestasi dan Capaian
​Selama menjabat sebagai Menteri Agama, Gus Yaqut dikenal dengan beberapa kebijakan transformatif:
​Transformasi Digital: Meluncurkan aplikasi Pusaka (Super Apps Kemenag) untuk mempermudah layanan pendaftaran haji dan layanan keagamaan lainnya secara online. Beliau meraih penghargaan Tokoh Transformasi Digital Layanan Keagamaan Inspiratif pada tahun 2024.
​Moderasi Beragama: Menjadikan penguatan moderasi beragama sebagai program prioritas untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
​Kemandirian Pesantren: Mendorong program inkubasi bisnis pesantren agar lembaga pendidikan Islam tersebut memiliki kemandirian ekonomi.
​Revitalisasi KUA: Melakukan perbaikan layanan dan fasilitas Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia agar menjadi pusat layanan keagamaan yang inklusif.