Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2018

Palagan Ambarawa

Ketika perjalanan ke Magelang,  terdapat monumen yang menyita perhatian.  gambar perjuangan,  dan tentara. didepannya bertuliskan Palagan Ambarawa, iseng-cari di mbah google bagaimana  dan apa Palagan Ambarawa?

Berikut sedikit cerita dan sejarah yang diambil dari Wikipedia dan dan lain-lain. 
Palagan Ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah.
Pada tanggal 20 Oktober 1945, tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang dengan maksud mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Kedatangan sekutu ini diboncengi oleh NICA. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut baik, bahkan Gubernur Jawa Tengah Mr Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran tugas Sekutu, sedang Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.
Namun, ketika pasukan Sekutu dan NICA telah sampai di Ambarawa dan Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Belanda, para tawanan tersebut malah dipersenjatai sehingga menimbulkan kemarahan pihak Indonesia. Insiden bersenjata timbul di kota Magelang, hingga terjadi pertempuran. Di Magelang, tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan. TKR Resimen Magelang pimpinan Letkol. M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara Sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana. Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa. Akibat peristiwa tersebut, Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letkol. M. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta.
Tentara Sekutu kembali dihadang oleh Batalyon I Soerjosoempeno di Ngipik. Pada saat pengunduran, tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Letkol. Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut, namun ia gugur terlebih dahulu. Sejak gugurnya Letkol. Isdiman, Komandan Divisi V Banyumas, Kol. Soedirman merasa kehilangan seorang perwira terbaiknya dan ia langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran. Kehadiran Kol. Soedirman memberikan napas baru kepada pasukan-pasukan RI. Koordinasi diadakan di antara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh semakin ketat. Siasat yang diterapkan adalah serangan pendadakan serentak di semua sektor. Bala bantuan terus mengalir dari Yogyakarta, Solo, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain.
Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah tembak-menembak dengan pasukan Sekutu yang bertahan di kompleks gereja dan kerkhop Belanda di Jl. Margo Agoeng. Pasukan Indonesia terdiri dari Yon. Imam Adrongi, Yon. Soeharto dan Yon. Soegeng. Tentara Sekutu mengerahkan tawanan-tawanan Jepang dengan diperkuat tanknya, menyusup ke tempat kedudukan Indonesia dari arah belakang, karena itu pasukan Indonesia pindah ke Bedono.
Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, serangan mulai dilancarkan. Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu, kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Kol. Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.
Kemenangan pertempuran ini kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa dan diperingatinya Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika

Selasa, 01 Mei 2018

Fungs DEFINE pada PHP



Fungsi “define” pada PHP

adakalanya kita jumpai fungsi dalam PHP yang bernama “define”. Fungsi “define” adalah untuk mendefinisikan. Misalnya kita akan mendefinisikan bahwa SEMARANG adalah “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”. 

Penulisan fungsi define adalah sebagai berikut :

define(name,value,case_insensitive)

Jadi ada tiga parameter dalam fungsi define, yaitu name, value dan case_insensitive.  Kita akan bahas satu persatu biar jelas.  name adalah parameter nama yang akan didefinisikan (“SEMARANG”)  value adalah parameter isi/arti dari sesuatu yang didefinisikan (“Ibukota Propinsi Jawa Tengah”)  case_insensitive adalah nilai boolean untuk penulisan definisi (TRUE/FALSE). Jika bernilai TRUE, maka pada pemanggilan definisi tidak akan case sensitive.  Catatan, untuk parameter ketiga boleh tidak diisi.  contoh :

    <?php

    define(“SEMARANG”, “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”);

    echo SEMARANG; // output “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”


    ?>

kita bisa melihat bahwa fungsi define bisa juga diisi hanya dengan dua parameter. Namun ketika parameter ketiga tidak diisi maka si parameter ketiga dianggap bernilai FALSE, alhasil pemanggilan nama fungsi jadi Case Sensitive (harus persis sesuai dengan penulisan ketika pendefinisian). Hasil echo SEMARANG tidak sama dengan semarang.

Nah, kalo nantinya kita mau manggil nama definisi dengan penulisan seenaknya (Tidak Case Sensitive), maka mau ngga mau kita harus ngisi parameter ketiga. Isi dengan nilai TRUE. Kita lihat contoh berikut :

    <?php

    define(“SEMARANG”, “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”, true);

    echo SEMARANG; // output “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”

    echo semarang; // output “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”

    echo SemaRanG; // output “Ibukota Propinsi Jawa Tengah”

    ?>

nah sekarang kita menemukan kata "DEFINED" .  fungsi "DEFINED" adalah memeriksa sebuah konstanta itu ada dalam PHP.
contoh sintax nya :
defined('namakonstanta');

contoh penggunaan:

<?php
if(defined('AKES'){
    echo "Konstanta Akses Telah didefinisikan";
} else {
    echo "Konstanta Akses Belum didefinisikan";
}
?>

Selasa, 16 Januari 2018

Surat Setoran Pajak Tanpa Akun DJP ONLINE


SIAPKAN ALAMAT EMAIL UNTUK REGISTRASI AKUN dan Anda tetap disarankan memiliki akun DJP online untuk menikmati fitur-fitur layanan lain*
01. Buka situs website sse3.pajak.go.id dan klik 'Belum punya akun?' di bagian bawah layar.
02. Masukkan data anda untuk registrasi akun yaitu 15 digit NPWP (tanpa tanda titik/hubung), alamat email, dan buat PIN (6 digit). Kemudian isi kode keamanan yang muncul dan klik daftar. Setelah itu akan muncul kotak dialog 'Link aktivasi telah dikirimkan ke email Anda'.
03. Cek email Anda. Anda akan menerima email dengan judul "[sse3.pajak.go.id] Link Aktivasi" dari "ebilling@pajak.go.id". Kemudian klik tautan yang ada dalam badan email. Setelah itu akan muncul kotak dialog, 'Anda berhasil melakukan aktivasi'.
04. Buka kembali situs website sse3.pajak.go.id. Isi 15 digit NPWP (tanpa tanda titik/hubung), masukkan PIN (6 digit) yang sudah dibuat, dan isi kode keamanan yang muncul. Kemudian klik Login.
05. Anda akan diarahkan kepada aplikasi e-Billing. Kemudian pilih "Isi SSE" dengan cara mengklik pada kotak berwarna hijau.
06. Langkah selanjutnya adalah mengisi "Form Surat Setoran Elektronik". Pilih Jenis Pajak dan Jenis Setoran.
07. Kemudian pilih masa pajak, tahun pajak, dan jumlah setor. Kolom terbilang akan terisi secara otomatis. Jika diperlukan anda bisa mengisi kolom uraian. Kemudian Klik Simpan. Akan muncul kotak dialog "Apakah daya yang diisikan sudah benar?" Jawab YA jika sudah atau Tidak jika belum. Setelah pilih Ya, akan muncul kotak dialog kembali: "Rekam SSP berhasil dengan Nomor Transaksi: xxxxxxxx. Silahkan klik tombol "Ubah SSP" untuk mengubah atau klik tombol "Kode Billing" untuk melanjutkan". Pilih OK.
08. Langkah berikutnya silahkan pilih Kode Billing (tombol berwarna ungu) dan akan muncul kotak dialog: "Pembuatan ID Billing Sukses". Pilihlah OK.
09. Nomor Kode Billing akan tertera di sisi bawah layar beserta tanggal masa aktif Kode Billing. Jika diperlukan Anda dapat mencetak Kode Billing.

Jumat, 22 Desember 2017

Kisah Khalid Bin Walid Dipecat

“Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan.”

“Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”

Bayangkan Sahabat Populer, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemaren.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, “Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat.”

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, “Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah.

Rabu, 22 November 2017

Belajar Dari Anak Kecil

Suatu hari didalam sebuah perjalanan, ketika tiba waktu sholat, Syeikh Muhammad Jazuli ra menghampiri sebuah sumur untuk berwudhu, akan tetapi beliau tidak menemukan timba untuk mengambil air dari dalam sumur.
Dalam keadaan bingung seperti itu, tiba-tiba dari tempat yang lebih tinggi seorang gadis kecil yang sedang memperhatikan beliau, berkata :
"Siapakah anda?" Syeikh Jazuli kemudian menyebutkan jati dirinya.
.
"Engkaukah pria yang dipuji-puji dan disebut sebagai orang baik akan tetapi bingung bagaimana mengeluarkan air dari dalam sumur tersebut?" ujar sang gadis kecil.
Gadis itupun segera berjalan mendekati mulut sumur kemudian ia meludah kedalamnya, tiba-tiba air sumur itu naik ke atas hingga luber ke permukaan.
Menyaksikan peristiwa yang menakjubkan itu, Syeikh Jazuli segera berwudhu dan setelah itu, ia berkata :
"Aku memohon kepadamu dengan bersumpah kepada Allah, tolong jawab pertanyaanku, bagaimana engkau dapat mencapai kedudukan yang mulia ini?"
.
"Dengan banyak bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ ".!!!
ujar gadis kecil itu.
Sejak saat itu, Syeikh Jazuli bersumpah untuk menulis sebuah buku tentang Shalawat, dan beliau pun mengarang kitab "Dalail Khoirot".
Sholluu alannabi saw.

Senin, 20 November 2017

Mahabbatun Nabi


Imam Syafi’i, semoga Allah merahmatinya, berkata:
ﻣﻦ ﺟﻤﻊ ﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺧﻮﺍﻧﺎ ﻭﻫﻴﺄ ﻃﻌﺎﻣﺎ ﻭﺃﺧﻠﻰ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻭﻋﻤﻞ ﺇﺣﺴﺎﻧﺎ ﻭﺻﺎﺭ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﻘﺮﺍﺀﺗﻪ ﺑﻌﺜﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻊ ﺍﻟﺼﺎﺩﻗﻴﻦ ﻭﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺟﻨﺎﺕ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ
“Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan ia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi SAW, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam jannatunn-Na’im.”



Dalam kita bermahabbah ke jamiyatul dikir, seyogyanya kita senantiasa tidak membuat alasan yang tidak-tidak. Dalam suatu cerita dikisahkan :
Al Imam Asy-Sya'roni Ra menceritakan :
ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺷﻴﺦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺯﻛﺮﻳﺎ ﺇﺫﺍ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻭﺟﻊ ﻓﻲ ﺭﺃﺳﻪ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻃﺎﻟﻊ ﻟﻪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻟﻤﺎ ﻛﻒ ﺑﺼﺮﻩ ﻳﻘﻮﻝ ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻻﺳﺘﺸﻔﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻓﻴﺬﻫﺐ ﺍﻟﻮﺟﻊ ﻟﻮﻗﺘﻪ :
ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﻣﺮﺍﺭﺍ ﻋﻨﺪ ﺛﻮﺭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺪﺍﻉ ﺑﺮﺃﺳﻲ ﻗﻞ ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻻﺳﺘﺸﻔﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﺫﻟﻚ ﻓﻴﺬﻫﺐ ﺍﻟﻮﺟﻊ ﻟﻮﻗﺘﻪ ﻓﻼ ﺃﺩﺭﻱ ﻫﻞ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﺇﺧﻼﺻﻲ ﺃﻭ ﺫﻟﻚ ﺑﺒﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ .
Guruku, Syaikhul Islam Zakariya (Al-Anshari) ketika merasakan sakit di kepalanya, sementara aku membacakan kitab kepadanya di saat beliau sudah tidak bisa melihat. Bliau [ sambil mendengarkan bacaanku ] berkata
"Nawaitul istisyfaa-a bil 'ilmi" (aku berniat memohon kesembuhan dengan ilmu), seketika itu juga beliau sembuh.
Bahkan ktika aku pun sakit kepala.. Beliau guruku ra sll berkata padaku berkali-kali [ saat itu sakit kepala ku sangat berat dan kian memuncak.
Bliau membisikaan kpdku ucapkanlah :
ﻧﻮﻳﺖ ﺍﻻﺳﺘﺸﻔﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ
" Nawaitul istisyfaa-a bil 'ilmi "
"Saya berniat berobat dengan ilmu"
Maka aku pun mengucapkan apa yg diajarkan bliau itu. Lalu hilanglah penyakit itu seketika.
Aku tak tahu, apakah itu karena keikhlasanku, atau karena barakah Syaikh Radhiyallahu'anhu.
ﺍﻧﻈﺮ ﻛﺘﺎﺏ ﻟﻮﺍﻗﺢ ﺍﻷﻧﻮﺍﺭ ﺍﻟﻘﺪﺳﻴﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﻌﻬﻮﺩ ﺍﻟﻤﺤﻤﺪﻳﺔ ﺝ / ١ ﺹ ٢٩٩
Kontributor: Buya Aqila

Jumat, 29 September 2017

Dosa Yang Merusak Pernikahan

Pernikahan adalah suatu hal yang sakral, maka tugas kita sebagai manusia untuk menjaga kesakralan pernikahan tersebut, hindarilah dosa-dosa yang dapat merusak pernikahan dan kesakralannya... 

SUAMI :
1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin dengan baik, akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan Istri prioritas dalam hidupnya.
3. Suami membandingkan Istri dengan wanita lain.
4. Suami kurang disiplin mengontrol emosi dan kebiasaan buruk.
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari Istri.
6. Suami menolak pendapat Istri.
7. Suami tidak pernah minta maaf.
ISTRI :
1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas.
2. Istri gagal menundukkan diri kepada Suami.
3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.
4. Istri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.
Kebutuhan seorang Suami:
1. Istri sebagai sahabat.
2. Rumah yang rapi.
3. Istri yang menarik.
4. Saling menghargai.
Kebutuhan seorang Istri:
1. Kasih sayang dan penghargaan.
2. Diajak bicara.
3. Jujur dan terbuka.
4. Keuangan yang cukup.
5. Komitmen terhadap keluarga.
Ingat!
Kepala keluarga yang berhasil dalam
keluarga maka keberhasilan yang lain akan mengikuti. Kepala keluarga yang gagal dalam keluarga maka kegagalan lain akan mengikuti.
Kebahagiaan perkawinan membutuhkan
perjuangan yang tidak kenal lelah, dan membutuhkan kehadiran dan pertolongan Tuhan.
Berbahagialah mereka yang benar-benar menikmati hidup rumah tangga yang rukun dan damai, meskipun itu harus diperoleh dengan cucuran air mata.
Belaian tangan suami adalah emas bagi istri.
Senyum manis sang istri adalah permata bagi suami.
Kesetiaan suami adalah mahkota bagi istri.
Keceriaan istri adalah sabuk di pinggang suami.
Perbaikilah apa yang bisa diperbaiki sekarang sebelum terlambat. Cintailah pasangan yang telah Allah pilih untukmu!
Semoga Allah memberkahi Pernikahan Anda!
Subhaanallah..

Selasa, 26 September 2017

Serat Joyo Boyo

Joyo Boyo dikenal mempunyai ramalan masa depan, diantaranya adalah serat joyo boyo berikut ini:



Mbesuk yen wis ono kreto tanpa jaran..
Tanah Jowo kalungan wesi..
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang..
Kali ilang kedhunge..
Pasar ilang kumandange..
Iku tondo yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak..
Bumi soyo suwe soyo mengkeret..
Sekilan bumi dipajeki..
Jaran doyan mangan sambel..
Wong wadon nganggo pakeyan lanang..
Wong lanang koyo wong wadon..
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman..
Akeh janji ora ditetepi..
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe..
Menungso podho seneng nyalah..
Ora ngendahake aturaning Gusti..
Barang jahat diangkat-angkat..
Barang suci dibenci..
Akeh menungso mung ngutamakke duwit..
Lali kamanungsan..
Lali kabecikan..
Lali sanak lali kadang..
Kepingine mung urip mukti..
Ngumbar nafsu angkoro murko..
Nggedekake duroko..
Wong bener thenger-thenger..
Wong salah malah bungah..
Wong apik malah ditampik..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong agung kasinggung..
Wong olo kapujo-pujo..
Wong wadon ilang kawirangane..
Wong lanang ilang kaprawirane..
Akeh wong ngedol elmu..
Akeh wong ngaku-aku..
Njobone putih njerone dadu..
Ngakune suci, nanging sucine palsu..
Akeh bujuk akeh lojo..
Akeh udan salah mongso..
Akeh prawan nglairake anak..
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e..
Agomo akeh sing nantang..
Prikamanungsan soyo ilang..
Omah suci dibenci..
Omah olo soyo dipujo..
Anak mangan bapak..
Sedulur mangan sedulur..
Konco dadi mungsuh..
Guru  podho disatru..
Tonggo podho curigo..
Kono-kene soyo angkoro murko..
Mbesuk yen ono peperangan..
Teko soko wetan, kulon, kidul lan lor..
Akeh wong becik soyo sengsoro..
Wong jahat soyo seneng..
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul..
Wong salah dianggep bener..
Pengkhianat nikmat..
Durjono soyo sempurno..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong lugu kebelenggu..
Wong mulyo dikunjoro..
Wong wadon nglamar wong lanang..
Wong lanang ngasorake drajate dhewe..
Sing kebat kliwat..
Sing telah sambat..
Sing gede kesasar..
Sing cilik kepleset..
Sing anggak ketunggak..
Sing wedi mati..
Sing nekat mbrekat..
Sing jerih ketindih..
Sing ngawur makmur..
Sing ngati-ati ngrintih..
Sing ngedan keduman..
Sing waras nggagas..
namung sakniki seng lagi digandrungi yoiku ..
Ing ngarso numpuk bondho..
Ing madyo mangan konco..
Tut wuri nggolek rai..
Pitutur Jowo asli iki ojo dilalekno yo lurrr..
Urip iki mung sedhelo'...
Mulo, pitutur iki sebarno marang poro konco..
Ora karep ngguroni tapi mung ngelingno kareben tetep waspodo tansah eling marang dawuhe Gusti Alloh Kang Moho Kuoso....

Kamis, 31 Agustus 2017

Menghidupkan Malam Hari Raya

Berikut ini amalan pada malam Hari Raya (Idul Adlha dan Idul Fitri), seperti disebut dalam kitab Kanzun Najah Was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dan riwayat dawuh Syaikh Abdul Karim Lirboyo (Mbah Manab) oleh Syaikhina KH.Maimoen Zubair.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط
Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah SAW bersabda: _"Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati."_
HR. Thobaroni
عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه
Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi SAW, bersabda:
_"Barangsiapa menegakkan dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap Alloh, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati._
HR. Ibnu Majah.
*_Bagaimana cara menghidupkan/ menegakkan dua Hari Raya tersebut?_*
Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan:
*1. Syaikh Al Hafni* berkata: _"Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak sholat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir._
*2. Syaikh Al Wanna’i* dalam risalahnya:
_"Barangsiapa membaca istighfar seratus kali (100×) setelah Sholat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa._
*3. Syaikh Al Wanna’i*: _"Barangsiapa membaca,_
سبحان الله وبحمده
_Subhanalloh wabihamdihi 100× pada Hari Raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata, ”Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rohmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga”._
*4. Syaikh Al Fasyni* berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Kanjeng Nabi SAW, dawuh (yg artinya): _Hiasilah dua Hari Raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir”._ Nabi juga dawuh: _Barangsiapa yang membaca:_
سبحان الله وبحمده
_Subhanalloh wabihamdihi 300× dan ia menghadiahkan untuk muslimin yang sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Gusti Alloh akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika ia meninggal._
*5. Syaikh Az Zuhri* berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi SAW dawuh (yg artinya): _"Barangsiapa di dua Hari Raya mengucapkan:_
لا اله الا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد يحي و يميت و هو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير
_sebanyak 400× sebelum Sholat ‘Ied, maka Gusti Allooh SWT akan menikahkannya dg 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Gusti Allooh SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat._
Beliau Syaikh Az Zuhri berkata:
_“Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. dan Anas r.a. dahulu juga berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi SAW.”_
*Wasiat KH. Abdul Karim Lirboyo*
Diriwayatkan dari Syaikhina Wa Murobbi Ruuhina KH.Maimoen Zubair, dari Syaikh Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, beliau dawuh:
_“Sak makendut-makendute santri ojo nganti ora ngurip-urip malem rioyo loro, kanthi sholat ba’diyah Isya’ rong rakaat ditambah sholat witir sak rakaat”._
Artinya:
_“Senakal-nakalnya santri jangan sampai tidak menghidupkan dua malam hari raya (Idul Fithri dan Idul Adlha) dengan melaksanakan sholat sunah minimal dua rokaat setelah Isya’ dan satu rokaat witir”_
_Wallohu A’lam Bisshowab.
Sumber
http://wwwahamid.blogspot.co.id/2017/08/wasiat-kh-abdul-karim-lirboyo-hidupkan.html?m=0

Minggu, 06 Agustus 2017

Perjuangan mencari ilmu Imam Syafi-i bagian 1


DIKISAHKAN Imam Syafi’i rahimahullah yang masih kecil dan yatim diajak oleh ibunya ke Madinah untuk mengikuti pengajian hadits Al Muwattho’ kepada Imam Malik rahimahullah.

Kondisi ibunya saat itu sangat miskin, sehingga tidak mampu membelikan Syafi’i pena dan alat tulis lainnya.
Tetapi Syafi’i tidak patah semangat, setiap hari beliau mengikuti majlis Imam Malik dan beliau menggunakan telunjuk kanannya sebagai pena setelah ditempelkan ke lidahnya lalu menjadikan tangan kirinya sebagai buku.

Melihat kondisi ini imam Malik merasa terganggu dan memanggil imam syafi’i.

“Lebih baik kamu pulang saja, kamu melakukan perbuatan yang sia-sia di sini,” perintah imam Malik kepada Imam Syafi’i.

“Aku ke sini untuk belajar wahai Imam, aku tidak melakukan perbuatan yang sia-sia,” sanggah imam Syafi’i.

“Lantas mengapa setiap aku menyampaikan pelajaran, engkau selalu mencolek lidahmu dengan telunjukmu, bukankah itu perbuatan sia-sia?” ungkap imam Malik.

“Wahai Imam, aku adalah seorang anak yatim yang miskin, ibuku tidak mampu membelikanku alat tulis untuk belajar, sehingga aku tulis seluruh hadis yang kau sampaikan dengan telunjukku dan tangan kiriku ini kujadikan buku,” imam Syafi’i kembali menyanggah.

Mendengar penjelasan Syafi’i tersebut, imam Malik terperangah sekaligus penasaran, “Kalau begitu sebutkan hadits-hadits yang telah aku sampaikan!”

Dan tanpa diduga, ternyata imam Syafi’i mampu menyebutkan seluruh hadits dan pelajaran-pelajaran yang disampaikan oleh Imam Malik tanpa ada yang kurang sedikitpun.

Dalam sebuah cerita lain disebutkan

Imam Shafii merupakan salah seorang Imam Mazhab yang empat. Beliau mempunyai ketajaman akal dan kecerdikan yang luar biasa. Beliau telah menghafaz al-Quran seawal umur 9 tahun lagi. Setahun kemudian pula, beliau menghafal kitab al-Muwatta’ karangan Imam Malik. Beliau merupakan seorang yang sangat mencintai ilmu. Lantaran itu, pada satu hari beliau meminta izin daripada ibunya untuk keluar menuntut ilmu ke Madinah. Ia merupakan kali pertama Imam Shafie keluar daripada tempat kelahirannya, Makkah dan mengembara untuk meluaskan ilmu.Apabila tiba di Madinah, beliau terus menuju ke Masjid Nabawi dan menunaikan solat sunat dua rakaat. Setelah selesai solat, beliau terpandang satu Majlis ilmu yang disampaikan oleh seseorang yang sangat hebat dalam masjid tersebut. Orang tersebut sedang bersyarah di hadapan begitu ramai anak-anak muda yang kesemuanya khusyuk mendengarnya. Orang itu ialah Imam Malik yang sedang mengajar murid-muridnya tentang hadis-hadis Rasulullah s.a.w. Dengan langkah yang tertib, Imam Shafie terus menuju ke tempat Imam Malik dan duduk bersama murid-murid beliau. Imam Shafie lantas mengambil sebatang lidi lalu membasahkannya dengan air liur. Beliau menulis segala apa yang diajar oleh Imam Malik tersebut di atas tapak tangannya. Tanpa di sedari, Imam Malik memerhati segala tingkah lakunya.

Selesai pengajian, Imam Malik pun memanggil Imam Shafie untuk menegur beliau. Sangkanya Imam Shafie berbuat perkara kurang sopan ketika belajar. Imam Malik bertanya kepada Imam Shafie, “Apakah kamu berasal dari Makkah”. Jawab Imam Shafie, “Benar”. Imam Malik kemudian bertanya, “Mengapakah engkau bermain-main dengan lidi dan air liurmu semasa aku sedang mengajar?”. Jawab Imam Shafie, “Maaf tuan. Sebenarnya saya tidak bermain-main. Oleh kerana saya tidak ada kertas dan pena, segala yang tuan ajar saya tulis di atas tapak tangan saya dengan menggunakan lidi dan air liur untuk saya menghafalnya”.

Apabila Imam Malik membelek-belek tangan Imam Shafie, beliau tidak menjumpai sebarang tulisan pun. Beliau terus berkata, “Tetapi kenapa tapak tangan engkau ni kosong sahaja”.

Kata Imam Shafie, “Benar tuan. Namun demikian tuan, saya telah pun menghafal semua hadis-hadis yang tuan riwayatkan itu”.

Setelah beliau disuruh membaca apa yang dihafalnya, Imam Malik mendapati tidak ada satu hadis yang tinggal daripada 20 hadis yang diajar hari itu. Perkara yang aneh ini belum pernah terjadi sebelumnya. Imam Malik begitu tertarik hati dengan kebijaksanaannya. Semenjak peristiwa itu, Imam Shafie dijemput untuk menetap di rumah Imam Malik sebagai tetamu sekali gus menuntut ilmu dengan Imam Malik. Selama 18 bulan Imam Shafie berguru dengan Imam Malik. Hatinya yang terang memudahkan beliau memahami dan menghafal kitab al-Muwatta’. Sehingga akhirnya, murid kesayangan Imam Malik ini sering diberi penghormatan bersyarah dan mengajar murid-murid yang lain.

Catatan
Beberapa tulisan diatas adalah copy paste dari beberapa blog, saya mencantumkan disini hanya sebagai pengingat untukku dan penambah semangat dalam mencari ilmu. Sumbernya saya sertakan kalo da dan ingat.

Sumber : Kisah Ketika Imam Syafi’i Menuntut Ilmu Kepada Imam Malik http://yesmuslim.blogspot.com/2015/11/kisah-ketika-imam-syafii-menuntut-ilmu.html

Minggu, 15 Mei 2016

PERNIKAHAN MALAM AHAD DAN AHAD PAGI

Pernikahan Malam Ahad Dan Hari Ahad Pagi. ****

Pernikahan Nabi Pertama, Nabi Adam Menikah Dengan Sayyidah Hawwa Dengan Wali Nikah ALLOH, Saksi Malaikat Mikail Dan Malaikat Isrofil. Pernikahan Ini Dilakukan Di Dalam Surga. Malaikat Mikail Adalah Malaikat Yang Bertugas Mengatur Hujan Dan Rizqi Makhluq Di Dunia. Malaikat Isrofil Adalah Malaikat Yang Bertugas Meniup Sangkakala Sebagai Tanda Hari Kiamat. Kiamat Adalah Pintu Menuju Alam Akhirat. Pernikahan Adam Dan Hawwa Disaksikan Kedua Malaikat Untuk Menunjukkan Bahwa Pernikahan Bukan Hanya Untuk Maksud Dunia Saja, Akan Tetapi Dunia Akhirat. Pernikahan Nabi Terakhir Nabi Muhammad Dengan Sebagian Istri Beliau, Sayyidah Zainab Binti Jahsy Juga Dengan Wali ALLOH Dan Saksi Berupa Dua Malaikat, Malaikat Jibril Dan Malaikat Mikail. Jibril Adalah Malaikat Pembawa Wahyu. Sedangkan Malaikat Mikail Bertugas Membagi Rizqi. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Pernikahan Yang Didasari Niat Baik Untuk Menjaga Agama Akan Menarik Rizki Halal Yang Berlimpah. Dalam Satu Ayat ALLOH Menjelaskan Bahwa Pernikahan Nabi Dengan Sebagian Istrinya Yang ALLOH Sendiri Yang Menikahkan: فلما قضى زيد منها وطرا زوجناكها... إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله.... Mauidloh Syaikh Maimoen Zubair

artikel kontribusi dari :
KANTHONGUMUR

Kamis, 23 Agustus 2012

ANALISIS NOVEL GENI JORA KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY

SEBUAH STUDI NOVEL BERJUDUL GENI JORA KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY
Oleh: ASTA *)
       Geni Jora adalah salah satu karya satra jenis novel, dicetak pertama kali pada bulan April 2003. Geni Jora merupakan salah satu karya sastrawan Indonesia yaitu Abidah el Khalieqy. Pada tahun 2003 novel Geni Jora keluar sebagai pemenang kedua dalam sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Melalui Geni Jora Abidah el Khalieqy berusaha mengkritisi realitas sosial dan budaya patriarkhal, mendedah masalah-masalah moral, intelektualitas dan spiritualitas kaum hawa, melalui novel ini pula dia ingin memperjuangkan harkat, martabat, dan derajat kaumnya sejajar dengan laki-laki. Sejarah mengajarkan kita untuk kembali berpandangan ke belakang yang jauh lebih akurat dan objektif. Itu sebabnya kita membutuhkan rekonstruksi sejarah. Oleh karena itu, wacana dan realisasi kuota keterwakilan kaum perempuan di parlemen sebesar 30% adalah logika masa lalu yang tak kunjung sirna. Dahulu, pada abad ke-14 hingga 15, sebelum gerakan feminisme bangkit, kaum perempuan (secara agamis, terutama di kalangan umat Kristiani) dinyatakan sebagai gender 'penyebab celaka' dari kisah Hawa yang menipu Adam, sampai kisah menstruasi yang menjijikkan-bagi kaum lelaki kaya-itu, serta ketidaksenangan kaum pria yang melihat sekelompok wanita menggosipkan kelemahan ('ukuran') lelaki yang sangat jamak. Kepercayaan bahwa kaum perempuan sebagai pihak yang lemah, yang secara intelektual kurang cerdas, secara seksual 'membahayakan' (jika terlalu hot membuat kaum lelaki terancam, dan jika kurang hot menyebabkan kurang memuaskan secara seksual) alias tidak bermutu seperti itu, cenderung masuk neraka. Semua ini khas budaya patriarki. Tidak hanya pada budaya Barat (Kristen abad ke-15), tetapi juga melanda budaya patriarki di Asia, seperti China dan Jepang, termasuk juga budaya patriarki keras Arab.
     Hadis-hadis abad pertengahan juga berkecenderungan sama seperti malleus maleficarum. Bahwa kaum perempuan itu harus 'digunakan' dan tidak boleh berkuasa. Calon penghuni neraka, tidak jelas posisinya di surga Arab yang male oriented-implisit wanita yang 'baik' menjadi (salah satu) istri dari seorang lelaki terkemuka. Itulah yang selalu terjadi. Bahwa budaya Arab sama saja dengan budaya lainnya yang mengklaim sebagai budaya yang berasal dari Tuhan. Tentu saja ini tidak berarti bahwa kaum muslim tidak boleh mengikuti tradisi ajaran agamanya-sama halnya dengan pengikut agama lain mengikuti ajaran agamanya masing-masing. Semua tradisi agama itu memiliki ciri-ciri yang sama. Seperti halnya bidang keilmuan yang dipelajari umat manusia (seperti: ilmu ekonomi, politik, dan sosiologi), agama-agama juga memiliki karakteristik unik yang dapat dipelajari. Klaim pengikutnya bahwa ajaran agamanya khas dan istimewa atau beda dengan yang lainya adalah exactly sekadar klaim. Peran wanita dalam hadis-hadis itu sama seperti ajaran Katolik (yang juga diakui dalam ajaran Protestan), malleus maleficarum-referensi sejarah peristiwa kejadian inkuisi Kristiani abad 15-17. Logika yang dipakai oleh pendeta Katolik dan Protestan ketika mengejar para wanita yang dituduh sebagai witch (tukang sihir wanita), serta hukumannya mirip ajaran Taliban di Afghanistan sekarang ini.
     Adalah Heinrich Kramer (1430-1505), gerejawan dan inquisitor Jerman, bersama rekannya seorang pendeta Swiss, Jacob Sprenger (1436/1438-1494), menulis buku berjudul Malleus Maleficarum (bahasa Latin dari The Hammer of Witches, atau dalam bahasa Jerman, Hexenhammer) yang dirilis pada 1486. Buku klasik ini berisi tiga bagian yang mengisahkan tentang 'ilmu sihir wanita' (witchcraft), deteksi, dan hukumannya. Salah satu edisi buku ini diawali dengan surat keterangan dari Paus Innocent VIII yang bernama asli Giovanni Battista Cib• (1432-1492). Jika peranan dan kemampuan alamiah yang dimiliki kaum perempuan, sebagaimana telah dibuktikan lewat sosok wonder woman yang pernah dimiliki bangsa-bangsa di dunia ini, saya kira 'tugas berat' kaum pria secara universal akan semakin mudah karena dibantu kaum perempuan. Pertentangan atau polarisasi antara laki-laki dan perempuan dengan sendirinya sudah ada sejak diciptakannya kedua makhluk di dunia. Pada awalnya laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi. Mereka terlahir dengan harkat, martabat, derajat, hak-hak serta potensi-potensi intelektual yang sama. Namun kaum laki-laki secara psikologis dan sosiologis mengkerangkakan pola-pola pikiran manusia untuk menempatkan laki-laki sebagai pusat, sedangkan perempuan adalah makhluk yang memiliki kelemahan secara biologis sehingga pada perkembangan peradaban manusia selanjutnya selalu menempatkan perempuan sebagai inferior (Ratna, 2004:182-183). Abidah el Khalieqy juga sering disebut sebagai Nawal el Sadawinya Indonesia. Penganut setia faham feminis ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 1 Maret 1965. Ia mengawali petualangan fiksinya sejak di pesantren putri modern PERSIS, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur dan terakhir tercatat sebagai alumni Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogayakarta. Novel Geni Jora karya Abidah el Khaliqy menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernana Gejora dalam melawan sistem atau tata nilai patriarkhat. Perlakuan tidak adil masih diterima Jora (Gejora) baik dari keluarganya sendiri maupun dari lingkungan atau masyarakat. Garis keturunan Jora yang sedikit banyak masih mempunyai darah keturunan Arab membuat semakin kuat berlakunya nilai-nilai patriarki dalam kehidupannya. Seperti yang diketahui bahwa budaya dan adat Arab melarang seorang wanita keluar rumah sendirian tanpa ditemani oleh orang tua atau muhrimnya yang lain. Dari segi arsitektur, rumah orang Arab pun mendukung adat tersebut. Rumah orang Arab biasanya dikelilingi olah pagar yang tinggi sehingga orang luar tidak dapat melihat kegiatan si pemilik rumah.
     Di semua budaya yang kita kenal, kehidupan dan pengalaman laki-laki dan perempuan ternyata berbeda dalam banyak hal. Fenomena ini disebabkan oleh hadirnya sebuah konstruk sosial yang secara nyata berkiblat pada ideologi patriarki. Ideologi ini mensyaratkan adanya pengendalian kekuasaan atau dominasi oleh laki-laki serta stereotipe peran perempuan. Ideologi patriarki telah lama menjadi fondasi konstruk sosial kita. Kaum laki-laki mewarisi sebuah tatanan sosial mereka mendominasi ruang kekuasaan dan kewenangan. Sehingga aktivitas-aktivitas sosial selalu dikaitkan dengan tindakan mereka. Nosi inilah yng menimbulkan diskriminasi dan ketidakadilan atau bahkan penindasan terhadap kaum perempuan dalam masyarakat. Kehidupan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diyakini perempuan dianggap marginal sementara pengalaman laki-laki dianggap normatif (Sherry, 1988). Stereotipe peran perempuan selanjutnya termanifestasikan dalam bahasa dikarenakan hakikat dinamika bahasa yang senantiasa mengiringi dinamika kehidupan laki-laki dan perempuan. Faruk menggambarkan stereotipe ini sebagai hantu yang selalu menampakkan dirinya dalam bentuk kamuflase yang didasarkan pada situasi. Sebagai alat untuk mereproduksi stereotipe, bahasa mengalami proses yang berkelanjutan yang melakukan “aksi gender” dalam beragam latar interaksi antara laki-laki dan perempuan (1997:33-34). Oleh karenanya, sastra pun terkena imbasnya. Novel sebagai salah satu genre sastra, menurut Aristiarini (1998: xix), seringkali mengangkat konflik yang bias gender—sebuah konstruk sosial dan kodifikasi perbedaan jenis kelamin yang dikaitkan dengan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. Sastra, pada gilirannya, menjadi kamuflase kekuasaan yang dominan dan bahkan menjelma menjadi kekuatan terselubung yang mereproduksi bias gender. Dalam banyak karya sastra, misalnya, sistem nilai yang berlaku untuk perempuan seperti sentimentalitas, perasaan dan spiritualitas masih dianggap marginal dan tersubordinasi. Perempuan hampir selalu diilustrasikan sebagai karakter yang perlu dilindungi dan sangat diperhatikan (Faruk, 1997: 35). Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1960-an mengungkap bahwa sebagian besar karya sastra kanonikal adalah karya laki-laki. Karya sastra oleh dan tentang perempuan begitu diremehkan dan diabaikan karena hanya mengangkat masalah perasaan dan kehidupan pribadi. Sebagaimana yang diutarakan oleh Virginia Woolf dalam “A Room of One’s Room” (1929) bahwa penilaian umum terhadap karya sastra adalah “This is an important book...because it deals with war. This is an insignificant book because it deals with the feeling of women in drawing room.” Penindasan terhadap perempuan disebabkan oleh patriarki, patriarki meletakkan perempuan di bawah laki-laki dan memperlakukan perempuan sebagai laki-laki yang inferior. Laki-laki menggunakan kekuatan secara langsung atau tidak langsung dalam kehidupan sipil dan rumah tangga untuk membatasi perempuan. Meskipun ada kemajuan demokrasi namun perempuan terus dikuasai laki-laki. Selain telah meremehkan dan telah menganggap perempuan sebagai makhluk yang lebih rendah. Laki-laki juga selalu menguasai perempuan sebagai makhluk yang lebih rendah. Laki-laki juga selalu menguasai perempuan yaitu mitos tentang perempuan ideal yang dipuja dan selalu dicari laki-laki (Tong, 1998:267). Sampai saat ini berbagai bentuk tindakan penindasan terhadap perempuan masih sering terjadi. Oleh karena itu, kesadaran dan keberanian untuk melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan terhadap perempuan sangatlah diperlukan. Dalam Geni Jora, Abidah ingin menyampaikan perjuangan seorang perempuan bernama Jora untuk menemukan jati dirinya yaitu dapat keluar dan bebas dari belenggu kehidupan keluarganya yang masih menerapkan sistem patriarki. Salah satu bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki yang dilakukan oleh Jora adalah ketika Jora mengerti bahwa tunangannya (Zakky) adalah petualang cinta kelas anaconda, ia tidak terhanyut dalam kesedihan dan tidak pula menerima dengan senang hati. Dari sudut pandang Jora, ia merasa mengalir sebagaimana takdir yang diperuntukkan baginya, yaitu sebagai perempuan merdeka dan mencoba beradaptasi dengan sopan santun dan bergerak sebagaimana makhluk-makhluk lain bergerak. Jika laki-laki senang berburu, tidak ada salahnya perempuan menyenangi hal yang sama. Satu hal yang paling penting, perempuan tidak bisa dibohongi, tidak layak untuk dibohongi dan bukan objek dari kebohongan. Jika laki-laki menipu perempuan sama halnya mereka menipu diri mereka sendiri sekaligus menipu dunia. 
     Banyak kegiatan yang dilakukan perempuan dalam novel Geni Jora sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki. Salah satunya adalah seminar tentang dunia perempuan yang sering diadakan di masjid besar Jami al Sunnah. Pada umumnya seminar itu bertema tentang perempuan dan kekhalifahan, tema yang menggetarkan dan membuat gelisah para penguasa laki-laki seantero bumi. Siapakah perempuan? Barisan kedua yang menyimpan aroma melati kelas satu. Semesta alam terpesona ingin melihatnya, meraihnya, memiliki, dan mencium wanginya. Tetapi dalam sistem patriarkhi wanita berada di kelas dua (2) dan laki-laki adalah kelas pertama. Laki-laki selalu ingin menang dan menguasai kemenagan. Dalam keluarga Jora yang masih menerapkan sistem patriarki, wanita selalu dinomerduakan dan dianjurkan untuk siap mengalah pada setiap kesempatan, termasuk dalam prestasi pendidikan. Jora menentang prinsip neneknya bahwa perempuan harus mengalah karena ini hanya akan membuat perempuan tidak diperhitungkan. Bentuk penentangan yang dilakukan Jora antara lain dengan membuktikan bahwa prestasi belajar Jora lebih tinggi atau bagus daripada Prahara (adik laki-laki Jora). Wanita bukan parasit tapi wanita adalah klorofil bagi laki-laki.
     Gejora adalah generasi muda masa kini yang telah menikmati kemajuan teknologi, mengenyam pendidikan tinggi hingga ke universitas dan pergi ke luar negeri untuk konfrensi-konfrensi. Ia bukan lagi perempuan dengan tangan belepotan tepung yang bekerja di sumur, dapur, dan kasur. Gejora adalah protitipe perempuan terpelajar sekaligus sebagai bukti perempuan harus lepas dari sistem patriarki. Dengan memanfaatkan wawasan mengenai latar material dan latar tempat di Timur Tengah, Abidah menampilkan tokoh Jora sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem patriarkhi. Berbagai macam cinta dikupas. Dengan halus Abidah menyelusupkan ideologi gendernya menjadi sebuah gugatan yang menuntut perlakuan adil terhadap kaum perempuan. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin menganalisis Geni Jora dengan menggunakan pendekatan feminisme yang juga berarti membaca sebagai perempuan. Modernisasi telah mendorong perempuan untuk berfikir maju dan memperjuangkan haknya sejajar dengan laki-laki.
*) pernah belajar di UNDIP